Bagaimana Cara Membuat Subdomain Di cPanel? Serta Cara Setting Subdomain Berjalan Dengan Aman, Berikut Tutorialnya
Pernah dengar istilah subdomain, tapi masih bingung cara membuat subdomain di cPanel? Tenang, kamu nggak sendirian! Subdomain ini bisa dibilang “anak” dari domain utama yang berguna banget buat bikin halaman terpisah, seperti blog, toko online, atau landing page tanpa perlu beli domain baru. misal nya seperti domain utama kamu domainkamu.com menjadi blog.domainkamu.com
Nah, kabar baiknya, bikin subdomain di cPanel itu gampang banget! Dalam artikel ini, kita bakal bahas cara membuat subdomain di cPanel dengan mudah, plus cara setting supaya subdomain kamu tetap aman dan bisa diakses tanpa kendala apapun. Jadi, kalau kamu pengen punya subdomain yang profesional dan tetap aman, Yuk simak tutorial lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Subdomain?
Subdomain adalah bagian dari domain utama yang bertindak sebagai ekstensi atau cabang dari domain utama tersebut. Secara teknis, subdomain adalah turunan dari domain induk yang dapat berfungsi sebagai entitas yang terpisah dengan pengaturan dan fungsi tersendiri.
Misalnya, dalam domain utamanya “domainanda.com”, kita bisa memiliki subdomain seperti “myblog.domainanda.com” atau “store.domainanda.com”.Pada hal ini, “myblog” dan “store” adalah subdomain dari “domainanda.com”.
Contoh Dalam Subdomain
Berikut ini adalah beberapa contoh umum dari penggunaan subdomain dan bagaimana mereka digunakan dalam berbagai bidang
- blog.example.com – Digunakan untuk menampilkan artikel dan berita terbaru terkait dengan perusahaan atau topik tertentu.
- news.example.com – Digunakan untuk bagian berita atau publikasi pers perusahaan.
- shop.example.com – Digunakan sebagai platform e-commerce tempat pelanggan dapat membeli produk atau layanan.
- store.example.com – Alternatif lain untuk toko online yang memisahkan pengalaman belanja dari halaman utama.
Cara Membuat Subdomain Di cPanel
- Langkah pertama cara membuat subdomain di cPanel adalah silahkan kamu kunjungi URL login cPanel control kamu misalnya (
https://domainanda.com/cpanelatauhttps://ip-server/cpanel).

- Silahkan kamu “Memasukkan atau login” username pengguna dan password cPanel hosting kamu. Perhatikan gambar di atas ini

- Setelah kamu berhasil masuk atau login ke cPanel hosting kamu, Silahkan kamu cari atau search tanda yang ada kaca pembesar bagian kanan atas lalu ketik “Domains”. Perhatikan gambar di atas.

- Pada halaman domains selanjutnya adalah kamu akan melihat nama domain yang ada punya kemudian kamu klik “Create a New Domain” . Perhatikan gambar diatas ini.

- Selanjutnya adalah “masukkan atau berikan nama” subdomain yang ingin kamu buat. Contoh Jika kamu ingin membuat
blog.domainanda.com, maka kamu cukup masukkan “blog.” kemudian setelah kamu telah berhasil membuat subdomain, kemudian klik “Submit” lalu ikuti pada gambar diatas.
Cara Setting Subdomain Di cPanel
Setelah subdomain telah berhasil dibuat, Simak langkah langkah berikutnya adalah mengatur atau mensetting agar subdomain berfungsi berjalan dengan baik sesuai kebutuhan.
- Maka selanjutnya adalah kamu pergi ke halaman utama cPanel lalu pergi ke “File manager”

- Selanjutnya masuk ke folder yang sesuai dengan subdomain (biasanya berada di
/home/usernamepengguna). perhatikan gambar panah dibawah ini.

- Selanjutnya adalah “Unggah atau Upload” file atau script website ke folder subdomain, agar subdomain bisa menampilkan isi konten yang diinginkan. Perhatikan gambar panah di bawah ini

Cara Setting Subdomain agar Bisa Diakses
Pernah nggak kamu kepikiran buat punya halaman khusus di website tanpa harus bikin atau beli domain baru? Misalnya, blog di blog.namadomain.com atau toko online di shop.namadomain.com? Nah, itu namanya subdomain!
Subdomain bisa bantu kamu mengatur bagian berbeda dari website dengan lebih rapi dan profesional. Kabar baiknya, kalau pakai cPanel, prosesnya nggak ribet sama sekali. Dalam panduan ini, kita bakal bahas langkah-langkah simpel untuk membuat dan mengatur subdomain di cPanel. Yuk, langsung kita mulai!
Mengatur Subdomain pada DNS
Jika kamu menggunakan layanan Cloudflare atau pengelola DNS lainnya, kamu mungkin perlu menambahkan entri atau Type A record pada domain kamu Berikut ini adalah cara untuk mengatur DNS Subdomain
- Buka pengaturan DNS di penyedia domain kamu. lalu anda tambahkan “A Record” dengan detail.
- Name: Subdomain yang dibuat (contoh:
bloguntukblog.contoh.com) - Type: A Record
- Value: Alamat IP server kamu
- Simpan perubahan dan tunggu propagasi DNS (bisa memakan waktu 1-24 jam).
Menggunakan .htaccess (jika ingin lebih fleksibel)
- Masuk ke File Manager dan buka folder subdomain.
- Buat atau edit file dan berikan nama file
.htaccess. - Tambahkan kode
.htaccesssebagai berikut: - RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301] - Code .htaccess ini juga bisa untuk digunakan Worpress, laravel, SEO , dan bisa mengaktifkan mod_rewrite
- Simpan dan coba akses subdomain kamu.
Mengarahkan Subdomain ke IP Server
Jika ksmu ingin mengarahkan subdomain ke IP server, berikut ini adalah langkah langkah nya
- Buka Zone Editor di cPanel.
- Pilih domain utama dan cari subdomain yang sudah dibuat.
- Klik Edit pada record A (Address) dan ubah ke IP tujuan yang diinginkan.
Menggunakan SSL pada Subdomain
Agar subdomain kamu dapat diakses dengan aman (HTTPS), kamu perlu mengaktifkan pengaturan SSL pada subdomain kamu
- Masuk ke halaman utama cPanel scrol paling bawah > SSL/TLS.
- Pilih Manage SSL Sites.
- Pilih subdomain yang ingin kamu pasang SSL.
- Klik Install Certificate atau gunakan Let’s Encrypt (jika tersedia).
- Tunggu beberapa menit hingga SSL aktif.
Cara Kerja Subdomain
Subdomain bekerja dengan banyak beberapa memanfaatkan sistem Domain Name System (DNS). Ketika pengguna atau user mengakses subdomain, browser akan mengirimkan permintaan ke server DNS untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP yang sesuai.
Berikut ini adalah beberapa cara kerja pada subdomain secara lebih rinci:
- Pembuatan Subdomain – kamu juga bisa dapat membuat subdomain melalui panel kontrol cPanel hosting atau layanan domain.
- Konfigurasi DNS – Setelah subdomain dibuat, kamu perlu melakukan pengaturan DNS pada subdomain kamu agar subdomain dapat diarahkan ke server atau direktori tertentu.
- Resolusi DNS – Ketika kamu mengetikkan alamat subdomain di browser, sistem DNS akan menerjemahkan nama subdomain ke alamat IP server yang terkait.
- Pemuatan Konten – Setelah alamat IP telah dikenali, server akan menampilkan isi konten yang sesuai dengan subdomain tersebut.
Manfaat Menggunakan Subdomain
Menggunakan subdomain memiliki banyak beberapa keuntungan dan manfaat lainnya, yaitu diantara lainnya.
- Memisahkan Fungsi Website: Subdomain memungkinkan pemisahan bagian tertentu dari website, seperti blog, toko, atau layanan pelanggan atau layanan lainnya.
- Mengoptimasi SEO: Jika dikelola dengan baik, subdomain juga dapat meningkatkan visibilitas di mesin pencari browser karena dianggap sebagai entitas yang berbeda.
- Kemudahan Manajemen: Dengan subdomain, pengelolaan isi konten lebih fleksibel tanpa harus membuat atau membeli domain baru.
- Pengujian dan Pengembangan: Subdomain juga dapat digunakan untuk uji coba fitur atau pengembangan website tanpa memengaruhi situs utama.
Kelebihan Menggunakan Subdomain
Menggunakan subdomain juga memiliki beberapa banyak kelebihan lainnya, tergantung dengan tujuan dan strategi situs web. Berikut ini adalah beberapa kelebihan utama dari subdomain.
-
Organisasi Konten yang Lebih Baik
Menggunakan subdomain memungkinkan pemilik website untuk mengelompokkan konten berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, perusahaan yang memiliki berbagai layanan bisa menggunakan subdomain seperti “support.perusahaan.com” untuk halaman dukungan pelanggan dan “store.perusahaan.com” untuk toko online.
-
Peningkatan SEO untuk Niche Tertentu
Subdomain memungkinkan pemisahan konten yang lebih spesifik, yang dapat membantu meningkatkan peringkat pencarian di mesin pencari untuk kata kunci tertentu. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki blog di subdomain “blog.perusahaan.com”, ini bisa membantu blog mendapatkan otoritas tersendiri di mesin pencari.
-
Pengelolaan yang Lebih Fleksibel
Subdomain dapat memiliki sistem manajemen konten (CMS) yang berbeda dari situs utama. Ini sangat berguna bagi perusahaan yang ingin menggunakan platform yang berbeda untuk bagian tertentu dari situs web mereka. Misalnya, bagian utama situs menggunakan WordPress, tetapi toko online menggunakan Shopify.
-
Gratis dan Mudah Dibuat
Sebagian besar penyedia hosting memungkinkan pembuatan subdomain secara gratis dan tidak memerlukan pembelian nama domain baru. Ini menghemat biaya jika dibandingkan dengan membeli domain baru untuk setiap kategori konten yang berbeda.
-
Memisahkan Fungsi dan Bahasa
Jika bisnis kamu beroperasi di berbagai negara, kamu bisa menggunakan subdomain untuk setiap bahasa yang berbeda, misalnya “en.perusahaan.com” untuk bahasa Inggris dan “id.perusahaan.com” untuk bahasa Indonesia. Ini membantu dalam mengelola situs dengan lebih terorganisir dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
-
Mencegah Konflik Konten
Dalam beberapa kasus, memiliki subdomain bisa membantu mencegah konflik konten yang dapat terjadi jika semua informasi disatukan dalam satu domain utama. Misalnya, sebuah perusahaan dengan berbagai produk bisa menggunakan subdomain berbeda untuk setiap lini produk agar lebih mudah dipahami oleh pelanggan.
Kekurangan Menggunakan Subdomain
Menggunakan subdomain memiliki beberapa kekurangan, terutama dalam hal branding, SEO, dan pengelolaan situs website lainnya. Berikut ini adalah beberapa kekurangan utama dari subdomain.
-
SEO Bisa Terdampak Negatif
Meskipun subdomain bisa membantu dalam optimasi SEO untuk niche tertentu, dalam beberapa kasus, subdomain dianggap sebagai entitas terpisah oleh mesin pencari seperti Google. Ini berarti otoritas domain utama tidak selalu terbawa ke subdomain, sehingga membutuhkan lebih banyak usaha untuk membangun reputasi subdomain di mesin pencari.
-
Kesulitan dalam Manajemen
Menggunakan subdomain berarti kamu harus mengelola beberapa bagian situs web secara terpisah, termasuk pembaruan, keamanan, dan pengelolaan konten. Ini bisa menjadi tantangan jika kamu memiliki banyak subdomain yang harus dipantau secara berkala.
-
Meningkatkan Beban Server
Subdomain dapat meningkatkan beban kerja server karena setiap subdomain sering kali diperlakukan sebagai situs terpisah oleh penyedia hosting. Jika subdomain memiliki lalu lintas tinggi, ini bisa menghabiskan sumber daya yang lebih besar daripada jika semuanya disatukan dalam satu domain utama.
-
Konsistensi Branding Bisa Terganggu
Menggunakan banyak subdomain bisa membuat branding menjadi kurang konsisten. Pengguna mungkin merasa bingung dengan perbedaan alamat URL dan mungkin kesulitan mengingat URL yang spesifik untuk setiap bagian dari situs.
-
Tidak Semua Platform Mendukung Subdomain dengan Baik
Beberapa alat analitik dan platform pihak ketiga mungkin tidak dapat menangani subdomain dengan baik, menyebabkan data menjadi kurang akurat. Selain itu, beberapa layanan pemasaran digital mungkin menganggap subdomain sebagai entitas terpisah, sehingga menyulitkan dalam melacak performa secara keseluruhan.
Kesimpulan
Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama yang berfungsi untuk mengorganisasi dan memisahkan konten dalam sebuah website. Dengan sistem DNS, subdomain dapat diarahkan ke server yang sesuai untuk menampilkan konten yang telah disiapkan.
Penggunaan subdomain memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan website, baik untuk optimasi SEO, pengujian fitur, maupun keperluan bisnis lainnya.
Butuh layanan hosting terbaik untuk website bisnis anda? hubungi kami segera! atau bisa coba kunjungi website kami dan temukan segala penawaran menarik yang dibuat khusus untuk kamu.
Contact Us:
Telepon: (+62) 813-1881-6614
Email: info@radarhosting.com
Instagram: @radar_hosting
Alamat: Perum Gramapuri Persada Blok T5 No. 15, Cibitung – Kab. Bekasi – Jawa Barat 17520
Hosting Untuk Semua Bisnis! – Radar Hosting